er tygert yrt yhdfgh dfgfdgh fdgh dfgh dfgh dfgh fdgh dfgh dfgh dfgh dfg hfdgh dfgh dfgh fdgh fdgh dfghfdgh dfgh fdgh fdghdfgh dfgh dfgh df Dropdown: Option
Setelah perjalanan yang memakan waktu hampir sehari semalam, akhirnya kami sampai juga di sebuah tempat sunyi. Satu-satunya penerangan hanya berasal dari sebuah lampu gantung yang sudah tidak lagi bersinar dengar normal. “Kau membawa siapa … Jacques?” Sebuah suara wanita muncul tanpa kutahu dari mana arah datangnya. Embusan hawa dingin di belakang tengkuk berhasil membuat bulu kudukku meremang, bersamaan saat aku menoleh ke arah samping, wanita itu sudah berjarak sejengkal dari tempatku berdiri. “Ini … siapa?” “Dia calon childe ….” balas Jacques. Wanita vampir itu menatap tajam mataku. Rasa-rasanya aku mengenal wanita ini. “Kau Victoria di cerita Twilight, bukan?” tanyaku sok akrab. “Tenang, jangan grogi. Jangan takut. Aku cuma menggigitmu, bukan mau membunuhmu,” ucapnya dengan desahan. “Kenapa juga kau harus mendesah seperti itu, sih?” “Bodoh. Ini yang namanya siring. Aku sedang melakukan apa yang namanya ritual mengubah manusia menjadi vampir. Kau akan menjadi childe atau vampir baru.” . Aku merinding mendengar penjelasan pria itu. Mataku secara sadar bergerak perlahan ke arah pinggang. “J-jadi inikah sebabnya aku dibekali … pedang?” . Jacques menggigit apelnya dan malah tertawa. “Buat jaga-jaga. Pistol juga ada kalau kau mau.” . Berengsek sekali dia! Kukira pedang di pinggang ini cuma supaya aku terlihat gagah. “Pantas saja dari tadi aku berpikir kenapa penampilanku mirip seorang ksatria! Bagaimana kalau aku mati?!” tanyaku ketar-ketir. . “Demi apapun, jangan sampai mati, ya, Baron Endomirebus. Demi keselamatanmu, kau akan bertualang bersama ksatria lainnya. Bukan aku, ya, karena aku cuma ilmuwan—” . “Dan kau memintaku mengayunkan pedang?! Aku ini penulis, bukan ksatria, tahu!” rutukku seraya mengacak-acak rambut. “Aku berharap jadi vampir saja yang tidak bisa mati!” . “Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu kepada seseorang kalau begitu.”